top of page

Cara Membangun Tim Retail Internasional Pertama Anda: 5 Posisi Paling Penting

Ekspansi retail internasional sering dibahas dari sisi ukuran pasar, permintaan konsumen, pembukaan toko, kanal digital, dan kesiapan rantai pasok. Semua faktor tersebut memang penting, tetapi tidak dapat menentukan keberhasilan dengan sendirinya. Bagi brand retail yang memasuki negara atau wilayah baru, keputusan rekrutmen pertama sering kali menentukan seluruh arah ekspansi.


Produk yang kuat, konsep brand yang telah terbukti, dan rencana pertumbuhan yang ambisius dapat dengan cepat kehilangan momentum jika tim lokal dibentuk terlalu lambat, terlalu luas, atau tanpa keseimbangan yang tepat antara keselarasan brand global dan keahlian pasar lokal. Ekspansi retail sangat sensitif terhadap hal ini karena model bisnisnya bergantung pada pelaksanaan yang konsisten di banyak area, mulai dari pengalaman pelanggan, real estate, logistik, merchandising, pemasaran lokal, perekrutan, hingga kepatuhan.


Bagi brand konsumen dan retail global, perusahaan induk dengan banyak portofolio, penyedia layanan berbasis teknologi, serta perusahaan yang baru pertama kali memasuki Eropa atau Asia Pasifik, tim awal harus melakukan lebih dari sekadar “mengelola pasar”. Tim tersebut harus mampu menerjemahkan brand ke dalam lingkungan komersial baru sambil mempertahankan faktor-faktor yang membuat bisnis berhasil sejak awal.


Itulah sebabnya lima posisi pertama sangat penting. Mereka bukan hanya karyawan pertama di pasar baru, melainkan fondasi model operasional lokal perusahaan.


retail


Mengapa Ekspansi Retail Membutuhkan Strategi Talenta Sebelum Perekrutan Dimulai?


Banyak brand retail memasuki pasar baru dengan ambisi komersial yang jelas, tetapi strategi talenta yang belum lengkap. Perusahaan mungkin sudah menentukan kota peluncuran, segmen pelanggan yang dituju, atau apakah langkah pertamanya akan menggunakan e-commerce, wholesale, waralaba, atau toko fisik. Namun, struktur tim yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi tersebut secara lokal sering kali belum didefinisikan dengan baik.


Kesenjangan ini dapat menimbulkan biaya besar. Tanpa orang yang tepat sejak awal, brand dapat salah memahami perilaku konsumen lokal, memilih kanal komersial yang kurang sesuai, mengabaikan ekspektasi tenaga kerja, atau membangun proses operasional yang tidak mampu berkembang setelah tahap peluncuran. Di sektor retail, kualitas pelaksanaan dapat langsung terlihat. Pengalaman pelanggan yang buruk, standar toko yang tidak konsisten, keterlambatan stok, atau pemasaran lokal yang lemah dapat merusak kepercayaan terhadap brand sebelum bisnis sempat berkembang.


Strategi talenta membantu perusahaan menentukan kemampuan apa yang perlu direkrut secara lokal, fungsi mana yang dapat tetap dikelola oleh kantor pusat, dan kebutuhan apa yang bisa didukung mitra eksternal pada tahap awal. Strategi ini harus mengikuti model masuk pasar yang dipilih. Peluncuran yang mengutamakan e-commerce membutuhkan talenta awal yang berbeda dari strategi flagship store. Model waralaba memerlukan pengawasan yang berbeda dari operasional langsung. Brand premium juga membutuhkan profil kepemimpinan yang berbeda dari retailer mass-market yang mengejar pembukaan toko secara cepat.


Tujuannya bukan langsung merekrut organisasi lokal yang lengkap. Tujuannya adalah membentuk lapisan pertama yang tepat: orang-orang yang mampu memvalidasi pasar, membangun ritme operasional, menciptakan kepercayaan lokal, dan mempersiapkan bisnis untuk berkembang.



Posisi 1: Country Manager atau Market Lead


Posisi pertama dan paling penting biasanya adalah Country Manager atau Market Lead. Orang ini menjadi penanggung jawab ekspansi di tingkat lokal sekaligus penghubung antara kantor pusat dan pasar baru. Dalam bisnis retail, peran ini sangat penting karena keberhasilan ekspansi membutuhkan penilaian strategis sekaligus perhatian terhadap detail operasional.


Country Manager yang kuat tidak hanya menjalankan instruksi kantor pusat. Mereka membantu menilai apakah strategi global dapat bekerja dalam konteks lokal. Mereka memahami cara pelanggan berbelanja, bagaimana kompetitor memosisikan diri, kanal komersial mana yang berpengaruh, bagaimana kemitraan dibangun, dan bagian mana dari brand yang perlu disesuaikan tanpa kehilangan identitasnya.


Untuk brand retail internasional, kandidat ideal memadukan kepemimpinan komersial dengan kredibilitas lokal. Biasanya, mereka pernah meluncurkan atau mengembangkan brand konsumen di wilayah tersebut, memahami ekonomi retail, dan mampu membangun hubungan dengan pemilik properti, distributor, agensi, mitra logistik, serta calon karyawan. Mereka juga harus nyaman menghadapi ketidakpastian karena 12 bulan pertama ekspansi jarang berjalan persis sesuai rencana.


Logika yang sama berlaku bagi perusahaan induk dengan banyak portofolio software atau penyedia layanan global yang mendukung klien retail. Pemimpin pasar lokal harus memahami cara membangun kepercayaan di wilayah baru, bukan hanya cara menjual. Mereka juga perlu mengetahui keputusan mana yang harus tetap terpusat dan mana yang memerlukan otonomi lokal.


Kesalahan yang umum terjadi adalah merekrut seseorang yang terlalu strategis atau terlalu operasional. Profil korporat murni mungkin kesulitan menghadapi sifat praktis ekspansi tahap awal, sedangkan manajer operasional retail murni mungkin kesulitan membangun strategi masuk pasar yang lebih luas. Kandidat terbaik mampu menjembatani keduanya.



Posisi 2: Head of Retail Operations


Setelah kepemimpinan pasar tersedia, posisi penting berikutnya adalah Head of Retail Operations. Peran ini mengubah rencana ekspansi menjadi bisnis yang benar-benar berfungsi. Strategi brand sekuat apa pun akan gagal jika operasional toko, pengalaman pelanggan, model tenaga kerja, pelatihan, dan pelaksanaan sehari-hari tidak konsisten.


Head of Retail Operations bertanggung jawab membangun sistem operasional lokal. Lingkupnya mencakup proses toko, standar layanan, perencanaan tenaga kerja, penjadwalan, pelaporan, koordinasi persediaan, dan manajemen kinerja. Jika brand membuka toko fisik, posisi ini sangat penting sebelum perusahaan berekspansi melampaui lokasi pertama. Jika brand masuk melalui pop-up store, concession, atau format shop-in-shop, orang ini memastikan pengalaman pelanggan tetap konsisten di setiap format.


Peran ini juga penting karena ekspansi retail sering bergerak lebih cepat daripada kemampuan proses internal untuk mendukungnya. Brand dapat memulai dengan satu toko percontohan lalu segera membuka beberapa lokasi setelah melihat respons awal yang positif. Tanpa pemimpin operasional yang kuat, perusahaan berisiko memperbesar ketidakkonsistenan. Satu toko dapat berkinerja baik karena memiliki manajer yang kuat, sementara lokasi berikutnya tertinggal karena proses belum didokumentasikan atau diajarkan dengan benar.


Bagi brand premium dan lifestyle, Head of Retail Operations menjaga pengalaman pelanggan. Bagi brand mass-market atau bervolume tinggi, peran ini menjaga efisiensi dan konsistensi. Dalam bisnis omnichannel, mereka membantu menyelaraskan pengalaman toko fisik dengan e-commerce, pengiriman, pengembalian produk, dan layanan pelanggan.

Posisi ini sebaiknya direkrut cukup awal agar dapat memengaruhi proses persiapan, bukan setelah masalah operasional mulai muncul.



Posisi 3: Local Marketing and Brand Lead


Ekspansi retail membutuhkan relevansi lokal. Sebuah brand mungkin sangat dikenal di pasar asalnya, tetapi pengakuan tersebut tidak selalu terbawa ke negara lain. Bahkan brand global yang populer tetap perlu membangun kepercayaan di pasar baru, sementara cara pelanggan menemukan, menilai, dan berinteraksi dengan brand dapat berbeda secara signifikan di setiap negara.


Local Marketing and Brand Lead membantu menerjemahkan brand tanpa mengaburkan identitasnya. Tugasnya bukan menciptakan ulang identitas perusahaan, melainkan memahami bagaimana identitas tersebut seharusnya ditampilkan di pasar lokal. Tanggung jawabnya mencakup pesan brand, kampanye peluncuran, strategi influencer atau kemitraan, pembangunan komunitas, hubungan media, dan kanal akuisisi pelanggan.


Pemasaran tidak dapat sepenuhnya disalin dari kantor pusat. Preferensi konsumen, referensi budaya, ekspektasi harga, perilaku belanja, dan penggunaan platform berbeda di setiap pasar. Sesuatu yang terasa premium di satu negara dapat dianggap tidak terjangkau di negara lain. Pesan yang terasa aspiratif di suatu pasar mungkin membutuhkan pendekatan yang lebih praktis di tempat lain.


Marketing Lead lokal yang kuat juga membantu perusahaan menghindari lokalisasi yang dangkal. Terjemahan saja tidak cukup. Brand perlu memahami pemicu pembelian, momen musiman, keberatan pelanggan, dan alternatif kompetitor. Hal ini sangat penting bagi brand konsumen global yang memasuki Asia Pasifik atau Eropa, karena perbedaan regional dapat tetap besar bahkan di antara negara-negara bertetangga.


Dalam model e-commerce-first, posisi ini menjadi semakin penting karena menghubungkan paid media, CRM, strategi marketplace, konten media sosial, dan insight pelanggan. Untuk brand yang membuka toko fisik, peran ini membantu membangun awareness lokal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kunjungan dan adopsi awal.



Posisi 4: Supply Chain and Logistics Manager


Kekuatan bisnis retail sangat bergantung pada kemampuannya mengirimkan produk. Ekspansi internasional menambah kompleksitas dalam bea cukai, pergudangan, perencanaan persediaan, last-mile delivery, kepatuhan produk, pengembalian barang, dan koordinasi pemasok. Supply Chain and Logistics Manager memastikan bahwa janji komersial perusahaan benar-benar dapat dipenuhi.


Peran ini sering diremehkan pada tahap awal karena bekerja di balik layar. Namun, dampaknya segera terlihat ketika produk terlambat, data stok tidak akurat, toko kehabisan produk terlaris, waktu pengiriman mengecewakan pelanggan, atau proses pengembalian menjadi rumit.


Bagi brand retail internasional, keahlian rantai pasok lokal sangat penting. Setiap pasar memiliki aturan impor, implikasi pajak, persyaratan dokumentasi, infrastruktur logistik, dan ekspektasi pelanggan yang berbeda. Di Eropa, brand mungkin perlu merencanakan operasional secara regional di beberapa negara. Di Asia Pasifik, perusahaan mungkin harus menghadapi infrastruktur yang sangat beragam dan ekspektasi pengiriman yang spesifik di setiap pasar.


Kandidat yang tepat memadukan kedisiplinan operasional dengan pemahaman komersial. Mereka memahami bahwa keputusan rantai pasok memengaruhi margin, kepuasan pelanggan, dan persepsi brand. Mereka mampu bekerja sama dengan kantor pusat sekaligus membangun hubungan dengan penyedia logistik dan mitra distribusi lokal.


Bagi perusahaan industri, manufaktur, dan consumer goods yang memasuki Jerman atau Uni Eropa, posisi ini bahkan lebih strategis. Peran tersebut menghubungkan rencana ekspansi dengan kelayakan operasional, terutama ketika produk memiliki regulasi khusus, bersifat kompleks secara teknis, atau membutuhkan ketersediaan stok yang presisi.



Posisi 5: People and Talent Lead


Posisi penting kelima adalah People and Talent Lead. Pada tahap awal ekspansi, banyak perusahaan menunda peran ini karena menganggap fungsi HR dapat dikelola dari kantor pusat atau ditangani oleh Country Manager. Pendekatan tersebut mungkin berhasil untuk sementara, tetapi menjadi berisiko ketika perusahaan mulai merekrut tim toko, karyawan komersial, staf layanan pelanggan, atau manajer operasional.


Rekrutmen retail biasanya bervolume tinggi, bergerak cepat, dan sangat kompetitif. Tingkat turnover juga dapat signifikan, terutama pada posisi frontline. Ekspektasi kandidat terkait fleksibilitas, perkembangan karier, jadwal kerja, kompensasi, dan budaya kerja dapat berbeda di setiap pasar. Tanpa keahlian lokal, brand mungkin kesulitan menarik talenta, mempertahankan karyawan, atau mematuhi ketentuan ketenagakerjaan setempat.


People and Talent Lead membangun sistem perekrutan sebelum perusahaan mencapai skala besar. Mereka menetapkan proses rekrutmen lokal, benchmark kompensasi, standar onboarding, struktur wawancara, employer branding, dan strategi retensi. Mereka juga memastikan perusahaan tidak sekadar menyalin kebijakan HR dari pasar asal ke negara yang memiliki ekspektasi dan peraturan berbeda.


Posisi ini sangat penting ketika brand bergerak dari tahap perintisan menuju pembangunan operasional. Beberapa perekrutan senior pertama mungkin masih dapat ditangani melalui executive search atau jaringan kepemimpinan. Namun, saat bisnis membutuhkan store manager, sales associate, tim merchandising, staf layanan pelanggan, atau regional supervisor, perusahaan memerlukan proses rekrutmen yang terukur dan dapat diulang.


Pelajaran yang sama berlaku bagi perusahaan jasa profesional yang didanai secara mandiri, penyedia layanan teknologi dan engineering, serta perusahaan dengan banyak portofolio. Pertumbuhan internasional membutuhkan infrastruktur rekrutmen lokal. Sekecil apa pun tim awalnya, perusahaan tetap membutuhkan seseorang yang mampu membangun fondasi perekrutan yang scalable, patuh, dan selaras dengan budaya perusahaan.



Urutan Perekrutan yang Sebaiknya Dihindari Brand Retail


Brand retail tidak selalu melakukan kesalahan karena memilih kandidat yang salah. Masalah juga dapat muncul karena perusahaan merekrut dalam urutan yang tidak tepat. Tim lokal pertama seharusnya menciptakan kejelasan strategi, kesiapan operasional, dan kemampuan perekrutan yang scalable. Risiko muncul ketika perusahaan berinvestasi terlalu besar pada pelaksanaan sebelum kepemimpinan ditentukan, atau merekrut pemimpin senior tanpa dukungan operasional yang diperlukan.


Urutan perekrutan awal yang praktis dapat terlihat seperti berikut:


  1. Country Manager atau Market Lead untuk memimpin strategi ekspansi lokal dan menghubungkan kantor pusat dengan pasar.

  2. Head of Retail Operations untuk membangun model operasional dan menjaga konsistensi di seluruh toko, kanal, dan titik interaksi pelanggan.

  3. Local Marketing and Brand Lead untuk menyesuaikan positioning brand, kampanye peluncuran, dan akuisisi pelanggan dengan pasar lokal.

  4. Supply Chain and Logistics Manager untuk mengelola persediaan, pengiriman, bea cukai, distribusi, dan keandalan fulfillment.

  5. People and Talent Lead untuk membangun proses rekrutmen, employer brand lokal, struktur onboarding, dan strategi retensi.


Urutan ini memberikan fondasi yang seimbang dalam kepemimpinan, pelaksanaan, permintaan pelanggan, kelayakan operasional, dan skalabilitas talenta. Urutannya dapat berubah sesuai model masuk pasar, tetapi kelima kemampuan tersebut sebaiknya tersedia sejak tahap awal.



Menyeimbangkan Kontrol Brand Global dengan Otonomi Lokal


Salah satu bagian tersulit dari ekspansi retail internasional adalah menentukan seberapa besar kontrol yang tetap berada di kantor pusat dan seberapa besar otonomi yang diberikan kepada tim lokal. Kontrol pusat yang berlebihan dapat membuat brand bergerak lambat, kaku, dan kurang terhubung dengan pelanggan lokal. Sebaliknya, otonomi lokal yang terlalu luas dapat menciptakan inkonsistensi, terutama ketika brand masih membangun pengakuan di pasar baru.


Tim ekspansi yang kuat biasanya memiliki pembagian tanggung jawab yang jelas. Kantor pusat menjaga identitas inti brand, filosofi produk, strategi jangka panjang, dan ekspektasi finansial. Pemimpin lokal menyesuaikan pelaksanaan, kemitraan, akuisisi pelanggan, merchandising, dan keputusan pasar sehari-hari.


Keseimbangan ini sangat penting bagi brand konsumen dan retail. Pelanggan seharusnya merasakan janji brand yang sama di setiap pasar, tetapi pelaksanaannya tidak harus identik. Kampanye, tata letak toko, pilihan produk, atau strategi kemitraan mungkin perlu berubah sesuai perilaku lokal. Tugas tim pertama adalah mengetahui kapan adaptasi dapat mendorong pertumbuhan dan kapan perubahan justru berisiko melemahkan brand.


Model kepemimpinan hybrid juga dapat digunakan. Beberapa brand menempatkan pemimpin ekspatriat sebagai penasihat atau penjaga brand, sementara Country Manager atau Commercial Lead lokal menjalankan kegiatan sehari-hari. Brand lain membangun tim kepemimpinan lokal yang kuat dengan pengawasan rutin dari kantor pusat. Struktur terbaik bergantung pada kematangan brand, kompleksitas pasar, dan tingkat pengetahuan lokal yang sudah dimiliki perusahaan.



Bagaimana Transformasi Digital Mengubah Prioritas Perekrutan Awal


Ekspansi retail saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan toko fisik. Bahkan brand yang berencana membuka toko perlu memikirkan pengalaman omnichannel sejak awal. Pelanggan dapat menemukan brand melalui media sosial, membandingkan produk melalui ulasan online, mengunjungi toko, menyelesaikan pembelian secara online, lalu mengharapkan pengiriman atau pengembalian yang lancar. Artinya, posisi pertama yang direkrut harus memahami lebih dari sekadar operasional retail tradisional.


Country Manager perlu memahami kanal digital dan biaya akuisisi pelanggan. Retail Operations Lead harus mengetahui bagaimana tim toko berinteraksi dengan stok online, sistem mobile point-of-sale, dan model click-and-collect. Marketing Lead perlu mampu menghubungkan brand storytelling dengan performance marketing dan CRM. Supply Chain Manager harus memahami ekspektasi fulfillment. People Lead perlu merekrut karyawan yang percaya diri menggunakan teknologi, berorientasi pada pelanggan, dan mudah beradaptasi.


Perubahan ini juga memengaruhi perekrutan frontline pada tahap ekspansi berikutnya. Store associate tidak lagi sekadar menjual produk. Mereka adalah penasihat pelanggan, perwakilan brand, penyelesai masalah layanan, dan terkadang penghubung manusia antara pengalaman belanja online dan offline. Karena itu, tim kepemimpinan pertama harus menetapkan kriteria perekrutan yang melampaui pengetahuan produk dan ketersediaan kerja.


Bagi brand internasional, ini merupakan peluang besar. Masuk ke pasar baru memungkinkan perusahaan membangun kemampuan retail modern sejak awal daripada menambahkannya kemudian. Namun, hal tersebut hanya dapat terjadi jika para karyawan pertama memahami pertumbuhan retail tradisional sekaligus digital.



Seperti Apa Keberhasilan dalam 24 Bulan Pertama?


Keberhasilan dalam 24 bulan pertama ekspansi internasional tidak sebaiknya diukur hanya melalui pendapatan. Pendapatan tetap penting, tetapi kinerja awal pasar dapat dipengaruhi oleh waktu peluncuran, kombinasi kanal, tingkat brand awareness, dan kondisi makroekonomi. Metrik talenta juga penting karena menunjukkan apakah perusahaan sedang membangun organisasi yang dapat berkembang atau hanya mengandalkan upaya jangka pendek.


Fase awal yang berhasil biasanya ditandai oleh kepemimpinan lokal yang stabil, proses operasional yang jelas, kinerja rantai pasok yang dapat diandalkan, peningkatan awareness pelanggan, serta sistem perekrutan yang mampu mendukung tahap pertumbuhan berikutnya. Perusahaan juga seharusnya mengetahui posisi mana yang paling sulit direkrut, kanal mana yang menghasilkan kandidat terbaik, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi penting, dan apakah karyawan baru bertahan lebih dari satu tahun.


Brand retail juga perlu menilai apakah tim lokal semakin mandiri dari waktu ke waktu. Jika setiap keputusan masih bergantung pada kantor pusat setelah 18 hingga 24 bulan, ekspansi tersebut mungkin belum memiliki model operasional lokal yang kuat. Sebaliknya, jika tim lokal terlalu bebas melakukan penyesuaian tanpa keselarasan, konsistensi brand dapat terancam.


Hasil terbaik adalah tim pasar yang mampu beroperasi dengan percaya diri sambil tetap terhubung dengan organisasi global. Itulah tujuan sebenarnya dari lima perekrutan pertama.



Kesimpulan: Ekspansi Dimulai dari Orang, Bukan Sekadar Kehadiran di Pasar


Ekspansi retail internasional sering digambarkan sebagai proses memasuki pasar. Kenyataannya, brand tidak memasuki pasar hanya melalui dokumen strategi, kontrak sewa toko, atau kampanye peluncuran. Brand memasuki pasar melalui orang-orang. Karyawan lokal pertama menentukan bagaimana brand direpresentasikan, bagaimana pelanggan dipahami, bagaimana operasional dibangun, dan seberapa cepat bisnis dapat berkembang tanpa kehilangan kendali.


Bagi brand retail global, lima posisi pertama tidak sebaiknya dipandang sebagai lowongan yang terpisah. Kelimanya merupakan fondasi strategi masuk pasar. Kepemimpinan negara, operasional retail, pemasaran lokal, rantai pasok, dan infrastruktur talenta membentuk sistem inti yang memungkinkan brand bergerak dari tahap peluncuran menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.


Bagi klien Avomind, perekrutan pada tahap ini menjadi penggerak strategis ekspansi. Baik perusahaan sedang memasuki Jerman, berkembang di seluruh Eropa, membangun bisnis di Asia Pasifik, maupun meluncurkan jaringan retail regional baru, karyawan pertama yang tepat dapat mengurangi risiko dan mempercepat daya tarik lokal. Avomind membantu perusahaan internasional menemukan pemimpin serta talenta komersial, operasional, dan spesialis yang dibutuhkan untuk membangun tim kuat di pasar baru sejak hari pertama.








avomind logo white

Get Started

For Companies

Roles We Hire

Industry Reach

About Avomind

Our Locations

For Candidates

Resources

Enroll with Us

  • LinkedIn
  • Instagram
  • X
  • Facebook
  • TikTok

Our Awards

Schwedterstr 263, 10119 Berlin | Avomind GmbH | Managing Director: Nick Frey​ / Registerantrag: Amtsgericht Berlin (Charlottenburg) HRB 211022 B | USt-IdNr. DE326869802

Created by Inês Oliveira  ⓒ 2026 Avomind GmbH - All Rights Reserved - Privacy Policy

bottom of page